Waspada Kanker Lambung

Waspadi Kanker Lambung, Cegah Dan Deteksi Sejak Dini
Berdasarkan data statistik, penderita kanker lambung di Indonesia sebagian besar diderita oleh pria diatas usia 45 tahun. Belum diketahui secara pasti mengenai penyebab seseorang bisa terkena kanker lambung, namun kanker ini berhubungan dengan lambung yang menyusut yang disertai dengan radang lambung.  Tingginya resiko terkena kanker lambung pada umumnya sama dengan jenis kanker lainnya yaitu faktor pola makan. Namun secara khusus hal-hal yang dapat meningkatkan resiko terkena kanker lambung adalah:


Waspada Kanker Lambung, hati-hati Kanker Lambung

  1. Terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang diasapi dan diasinkan
  2. Terdapat riwayat keluarga yang terkena kanker lambung
  3. Infeksi bakteri Helicobacter pylori yang tinggal di lapisan lendir dalam lambung
  4. Memiliki radang lambung kronis yang sifatnya permanen
  5. Penurunan jumlah sel darah merah karena saluran pencernaan tidak dapat menyerap vitamin B12 dengan baik
  6. Merokok dalam jangka waktu lama

Pencegahan kanker lambung
Penyakit kanker lambung tidak memiliki gejala yang spesifik dan penyebab pastinya belum diketahui. Segera periksakan diri Anda ke dokter bila Anda mengalami perut kembung dan terasa penuh setelah makan, anemia, cepat lelah, dan berat badan turun drastis. Gejala ini hampir mirip dengan gejala diabetes melitus atau penyakit kencing manis, jadi tidak ada salahnya Anda memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami gejala tersebut.
Seperti halnya penyakit yang lain, kanker lambung juga bisa dikurangi resikonya dengan menjaga pola hidup sehat dengan mengurangi kebiasaan merokok, minum alkohol dan sering makan buah-buahan yang mengandung vitamin E, lebih baik lagi jika berhenti merokok sama sekali, sebelum rokok membunuh anda secara perlahan-lahan. Rajin berolahraga untuk melancarkan metabolisme dan saluran pencernaan sehingga organ pencernaan lambung bisa tetap sehat.

Kanker lambung lebih banyak terjadi pada penduduk negara maju seperti Singapura karena masyarakatnya banyak mengkonsumsi makanan kaleng atau makanan yang diasinkan. Sedangkan pada masyarakat berkembang untuk mengawetkan makanan cukup dengan memasukkannya ke lemari es. Terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang diawetkan bukan saja meningkatkan resiko kanker lambung tapi penyakit berbahaya lainnya.

Pengobatan kanker lambung
Setelah waspada kanker lambung dengan melakukan tindakan pencegahan, ada baiknya Anda juga mengetahui mengenai cara pengobatan kanker lambung sebagai pengetahuan. Berikut adalah pengobatan yang dilakukan rumah sakit untuk mengatasi pasien dengan kanker lambung:

  1. Bedah
Prosedur ini wajib dilakukan untuk membuang bagian lambung yang terkena kanker agar tidak menyebar ke organ tubuh yang lain. Apabila tidak segera dibuang, maka kanker akan menghambat saluran lambung dan menyebabkan pendarahan yang akan lebih sulit lagi untuk mengatasinya.

  1. Kemoterapi
Kemoterapi dilakukan setelah prosedur pembedahan dengan memberikan obat-obatan yang dapat membunuh sel kanker dan tumor dalam lambung atau bagian tubuh yang lain. Kemoterapi juga dilakukan untuk mengurangi gejala kanker lambung dan memperpanjang harapan hidup bagi pasien kanker lambung yang kondisinya sudah stadium lanjut dan tidak dapat dilakukan pembedahan.

  1. Radioterapi
Radioterapi bisa dilakukan sendiri atau dikombinasikan dengan kemoterapi. Radioterapi dilakukan untuk membasmi sisa sel kanker yang tidak dapat dibuang melalui pembedahan dan berguna untuk membersihkan saluran lambung yang tertutup pada pasien kanker lambung stadium lanjut. Pendarahan yang tidak bisa dihentikan oleh proses pembedahan juga bisa diatasi dengan radioterapi.

Seperti telah disebutkan bahwa kanker lambung tidak memiliki gejala yang spesifik dan penyebabnya belum diketahui sehingga pemeriksaan gastrokopi secara reguler dapat membantuk mendeteksi dini adanya kanker lambung. Semakin lama kanker dideteksi maka akan sulit tindakan yang diambil karena penyebab pastinya belum diketahui.