Waspada Kanker Rahim Pada Wanita

Waspada Kanker Rahim Pada Wanita, Ini Gejala dan Faktor Resikonya
Kanker rahim merupakan salah penyakit kanker yang menyerang wanita dan menjadi hantu bagi hampir seluruh wanita di seluruh dunia. Banyak yang mengira bahwa kanker wahim sama dengan kanker serviks, padahal dua kanker ini terletak pada tempat yang berbeda. Kanker rahim adalah kanker yang menyerang di badan rahim sementara kanker serviks adalah kanker yang menyerang bagian leher pada rahim. Kanker rahim disebut juga dengan kanker endometrium atau kanker yang menyerang lapisan terdalam pada rahim tempat ovum yang telah dibuahi menempel.

waspadalah terhadap kanker rahim, awas kanker rahim

Gejala kanker rahim pada wanita
Berbeda pada kanker serviks yang sulit dideteksi gejala awalnya, kanker rahim bisa diketahui sejak dini dengan memperhatika gejala-gejala berikut ini:

  1. Jumlah darah yang keluar saat menstruasi lebih banyak daripada biasanya. Gejala juga bisa ditandai dengan pendarahan yang terjadi di luar siklus menstruasi atau pada saat sudah menopause. Pada usia produktif siklus menstruasi tidak lancar dan sulit diprediksi.
  2. Keputihan yang keluar mengeluarkan bau yang tajam dan cair, kadang-kadang keluar darah
  3. Beberapa kasus kanker rahim ditandai dengan munculnya rasa tidak nyaman di area panggul dan nyeri saat berhubungan seks. Rasa nyeri saat menstruasi juga berlebihan dibandingkan biasanya. Nyeri juga bisa timbul saat buang air kecil.

Gejala awal paling umum pagi penderita kanker rahim adalah terjadinya pendarahan yang tidak biasa di luar situasi normal. Jika terjadi pendarahan pada vagina tanpa alasan yang jelas segera lakukan pemeriksaan ke dokter.

Faktor resiko
Waspada kanker rahim bisa dilakukan dengan mencermati faktor-faktor yang menyebabkan tingginya seorang wanita terkena kanker rahim. Berikut adalah faktor resiko yang bisa menyebabkan kanker rahim:

  1. Wanita yang berusia di atas 50 tahun, menopause baru di atas 50 tahun dan berhubungan seks pertama kali di bawah usia 20 tahun resiko terkena kanker rahim akan lebih tinggi.
  2. Penderita endometrial hyperplasia juga beresiko terkena kanker rahim. Peningkatan jumlah sel pada dinding rahim jika disertai dengan periode menstruasi yang berat seperti rasa sakit dan darah yang keluar lebih banyak bisa menyebabkan sel-sel tersebut berubah menjadi kanker.
  3. Wanita yang sudah menopause akan lebih tinggi resikonya mengalami osteoporosis. Untuk mencegah osteoporosis terjadi, banyak wanita menopause yang melakukan terapi hormone replacement yang jika tidak diimbangi dengan hormon progesterone dapat menyebabkan terkena kanker rahim.
  4. Wanita obesitas atau kelebihan berat badan juga beresiko tinggi terkena kanker rahim. Hal ini disebabkan karena homon estrogen dibentuk dalam jaringan lemak sehingga bila lemaknya berlebih maka estrogen juga berlebihan.
  5. Kekurangan nutrisi juga bisa menjadi pemicu tubuh mudah terkena kanker. Hal ini berhubungan dengan makanan bergizi dan bernutrisi tinggi merupakan sumber antioksidan alami yang diperlukan tubuh untuk melawan radikal bebas. Bila tubuh kekurangan nutrisi maka tubuh tidak akan memiliki senjata untuk melawan sel-sel yang rusak. Sel-sel yang rusak bila didiamkan dalam jangka waktu lama akan menjadi sel kanker.

Dari faktor resiko di atas jelaslah ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mengurangi resiko terkena kanker rahim. Jangan berhubungan seksual di bawah usia 20 tahun karena pada usia ini sel-sel mukosa belum matang sehingga rawan oleh bibit-bibit penyakit yang dibawa oleh sprema. Pola hidup sehat lagi-lagi menjadi cara yang dianjurkan untuk terhindar dari kanker. Karena dengan hidup sehat, maka tubuh akan terlindungi dari berbagai jenis penyakit termasuk kanker rahim.