Hindari Terkena Diabetes Dengan Memahami Faktor Resikonya

Diabetes adalah penyakit di mana hormon insulin yang dihasilkan oleh pankreas tidak dapat bekerja dengan baik. Insulin bertugas untuk mengontrol penyerapa kadar gula oleh darah sehingga bila terganggu, jumlah gula dalam darah akan terlalu tinggi. Tingginya gula dalam darah bisa menyebabkan penyakit lain karena aliran darah tidak lancar. Bahkan tidak jarang penderita diabetes yang anggota tubuhnya membusuk hingga diamputasi. Pembusukan anggota tubuh karena diabetes disebabkan karena sel-sel tidak dapat beregenerasi dengan cepat sehingga bakteri dan kuman masuk ke dalam tubuh melalui luka. Luka yang membusuk agar tidak menjalar ke bagian tubuh lain jika sudah ekstrim harus diamputasi.

kenali faktor diabetes, penyebab terjadinya diabetes, awas diabetes

Karena diabetes merupakan penyakit yang tidak bisa diremehkan, selagi masih sehat sebaiknya pahami faktor-faktor yang bisa meningkatkan resiko seseorang terjangkit diabetes. Berikut adalah faktor resiko diabetes:

  1. Faktor keturunan
Penyakit diabetes bisa diturunkan secara genetik ke anak cucunya. Sebaiknya Anda selidiki adakah riwayat keluarga yang pernah terkena diabetes. Jika orang tua Anda mengidap diabetes maka resiko Anda terkena diabetes lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak. Namun bukan berarti Anda akan langsung terkena diabetes, Anda bisa melakukan pencegahan dengan  menjaga berat badan dan gula darah tetap normal untuk memperkecil kemungkinan terkena diabetes.

  1. Faktor usia
Pada diabetes tipe 1 di mana insulin benar-benar tidak berfungsi, usia anak-anak adalah penderitanya. Sementara mereka yang berusia di atas 40 tahun terkena diabetes, maka diabetesnya adalah diabetes tipe 2. Pada diabetes tipe 1 faktor resiko cenderung dikarenakanan faktor keturunan atau ibunya yang pada saat hamil juga terkena diabetes gestational. Sementara pada diabetes tipe 2 faktor resikonya lebih kepada gaya hidup. Peneliti menemukan bahwa seiring dengan budaya masyarakat yang jarang bergerak aktif, penderita diabetes tipe 2 semakin menjangkit di usia yang lebih mudah bahkan remaja.

  1. Faktor berat badan
Sebagian besar penderita diabetes khususnya diabetes tipe 2 adalah mereka yang mengalami obesitas atau kelebihan berat badan. Orang yang perutnya buncit memiliki resiko lebih besar dibandingkan dengan orang yang hanya gemuk di paha atau lengan saja. Lemak yang menumpuk akan mempengaruhi kinerja pankreas yang tidak optimal memproduksi insulin, ditambah orang obesitas memiliki kecenderungan makan makanan dengan kadar gula yang tinggi.

  1. Faktor aktivitas
Permasalahan dengan teknologi yang semakin canggih adalah semakin rendahnya tingkat manusia beraktivitas fisik setiap harinya. Banyak orang menghabiskan waktunya dengan duduk dan berbaring dan tidak menyisihkan waktu untuk berolahraga. Padahal dengan aktif bergerak dan berolahraga, sel-sel dalam tubuh akan lebih baik menerima insulin dan akan terjadi pembakaran gula darah sehingga level gula darah tetap normal. Selain itu aktif bergerak juga akan membakar kalori sehingga berat badan tetap stabil dan mencegah obesitas.
Waspada diabetes adalah dengan menjaga asupan gula ke dalam tubuh sehingga level gula dalam darah dapat dikontrol. Gantilah gula pasir dengan pemanis yang rendah kalori seperi madu. Madu memberikan rasa manis yang lebih daripada gula pasir namun kalorinya lebih rendah. Selain madu, pemanis pengganti yang bisa digunakan adalah:

  1. Gula jagung
Gula jagung adalah pemanis yang dibuat dari jagung dan mengandung monosakarida berupa glukosa. Gula ini memiliki daya manis yang lebih rendah daripada gula pasir dengan kandungan kalori yang rendah pula.

  1. Gula aren
Untuk membuat makanan manis sebagai cemilan sebaiknya menggunakan gula arena atau gula merah. Gula aren memiliki daya manis yang lebih tinggi dibandingkan dengan gula pasir.

  1. Gula kelapa
Dibandingkan dengan gula pasir, gula kelapa lebih banyak mengandung nutrisi seperti kalsium, fosfor, dan zat besi.