Kenali Gejala HIV AIDS Dan Cara Penularannya

Apa yang ada di benak Anda ketika mendengar penyakit AIDS? Penyakit s-e-k-s-u-a-l menular? AIDS tidak hanya disebabkan oleh hubungan seks namun juga banyak faktor. AIDS sendiri memiliki kepanjangan Acquired Immune Deficiency Syndrom atau kumpulan gejala-gejala yang menyerang tubuh akibat penurunan sistem kekebalan tubuh yang sudah terbentuk sejak kita lahir. Penyebab AIDS adalah virus HIV yang akan ketahuan keberadaannya jika dilakukan tes darah. Permasalahan dala virus ini adalah ia tidak langsung menyebabkan seseorang terkena AIDS. Orang yang terinfeksi virus HIV bisa baru bertahun-tahun setelahnya terjadi gejala-gejala AIDS.

kenali gejala aids, gejala hiv, waspada penyakit aids

Yang berbahaya dari penyakit AIDS adalah komplikasi yang dtimbulkannya karena sistem kekebalan tubuh benar-benar lemah sehingga penyakit mudah sekali masuk ke dalam tubuh. Secara umum gejala seseorang yang terkena AIDS adalah sebagai berikut:

  1. Demam dan berkeringat di malam hari
  2. Berat badan turun secara drastis tanpa ada sebab yang jelas
  3. Kedingingan
  4. Pembekakan kelenjar
  5. Tubuh terasa lemah

Orang yang terinfeksi virus HIV belum tentu akan terkena AIDS, namun penderita AIDS pasti terinfeksi virus HIV. Lama perkembangan virus HIV menjadi AIDS pada setiap orang berbeda-beda ada yang dalam hitungan bulan ada pula yang sampai 20 tahun. Perbedaan ini tergantung dari sistem kekebalan tubuh yang melawan virus HIV. Penyakit AIDS dapat ditularkan melalui air mani, air susu ibu, cairan vagina, dan dari luka ke luka. Maka dari itu waspada penyakit aids dapat dilakukan dengan menghindari penyebab penularannya, antara lain:

  1. Berhubungan seks dengan orang yang terinfeksi HIV
Terjadinya kontak antara cairan sperma pria dengan cairan vagina yang salah satunya terinfeksi HIV bisa menyebabkan partnernya juga terinfeksi tanpa disadari. Melakukan hubungan seks melalui anal resikonya lebih tinggi daripada seks biasa jika tidak menggunakan pengaman, begitu juga dengan seks oral. Maka dari itu agar terhindar dari infeksi HIV, hindari berhubungan seks bebas, apalagi tanpa menggunakan kondom sebagai pengaman.

  1. Pemakaian jarum suntik secara bergantian
Penularan HIV melalui jarum suntik adalah yang paling banyak di antara cara penularan lainnya. Pengguna narkoba yang menggunakan jarum suntik secara bergantian sangat beresiko tinggi tertular HIV dari darah yang terdapat pada jarum suntik. Di negara-negara Afrika, penularan melalui jarum suntik sangat rentan terjadi karena fasilitas kesehatan di sana belum terjamin higienisnya. Selain HIV, penyakit yang bisa ditularkan melalui jarum suntik adalah Hepatitis A dan Hepatitis B.

  1. Transfusi darah
Melakukan transfuse darah juga beresiko dapat tertular oleh HIV jika darah pendonor tidak diperiksa terlebih dahulu sebelum diberikan ke tubuh pasien lain. Di negara maju, penularan HIV melalui transfuse darah sudah menurun jauh karena ketatnya seleksi pendonor darah dan pemantauan virus dalam darah yang sudah didonorkan.

  1. Penularan melalui ibu hamil dan menyusui
Ibu hamil yang terinfeksi HIV kemungkinan menurunkannya kepada bayi sebesar 25% jika tidak mendapatkan penanganan. Bayi dapat tertular HIV pada saat minggu-minggu terakhir sebelum persalinan atau pada saat melahirkan. Ibu terinfeksi HIV yang melahirkan secara caesar resiko penularan bisa diturunkan hingga sebesar 1%. Ibu terinfeksi HIV yang menyusui bayinya dengan ASI juga beresiko tinggi 4% menularkannya kepada bayi.
Banyak mitos AIDS yang mengatakan bahwa HIV dapat ditularkan jika kita berbagi gelas atau piring dengan penderitanya. Nyatanya belum ada kasus AIDS atau HIV yang metode penularannya berasal dari air ludah atau air mata. Namun jika terdapat luka pada mulut dan gusi oleh penderita HIV maka bisa menularkannya ke orang lain melalui ciuman.