Waspada Terhadap Kencing Manis, Kenali 3 Tipenya

Penyakit kencing manis atau diabetes adalah salah satu pembunuh manusia terbanyak setelah penyakit jantung di seluruh dunia. WHO bahkan memprediksi bahwa penderita diabetes terutama di Asia akan meningkat 2 kali lipat karena berbagai faktor di antaranya adalah frekuensi aktivitas tubuh yang menurun. Disebut dengan kencing manis karena pada urin penderita ini ditemukan kadar glukosa yang cukup tinggi. Penyakit diabetes memang dicirikan dengan meningkatnya gula dalam darah di atas batas normal yang disebabkan karena resistensi insulin oleh tubuh.

Waspada Terhadap Kencing Manis, penyakit kencing manis, penyakit diabetes

Penyakit kencing manis atau diabetes melitus ini terbagi dalam 3 tipe yaitu diabetes tipe 1, tipe 2, dan diabetes gestational. Apa yang membedakan dan bagaimana ciri atau gejala penyakitnya?

  1. Diabetes tipe 1
Diabetes ini disebut juga dengan juvenile diabetes. Disebut dengan juvenile diabetes karena penyakit ini terjadi pada usia anak-anak yang tubuhnya tidak bisa memproduksi insulin. Jika pun ada insulin yang diproduksi, jumlahnya sedikit dan tidak memenuhi kebutuhan. Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh pankreas yang fungsinya adalah mengendalikan kadar gula dalam tubuh. Penderita diabetes tipe 1 harus mendapatkan suntika insulin setiap harinya agar diabetes dapat dikendalikan.

  1. Diabetes tipe 2
Diabetes tipe 2 adalah jenis diabetes yang paling banyak diderita terutama orang dewasa berusia di atas 30 tahun. Gejala diabetes ini sama dengan diabetes tipe 1 yang secara umum yaitu berat badan turun drastis, sering buang air kecil, mudah lesu, sering mengantuk, dan luka membutuhkan waktu yang lebih lama untuk sembuh. Pada penderita diabetes tipe 2, insulin yang dihasilkan tidak mempan bekerja dalam tubuh yang disebut dengan tubuh mengalami resistensi insulin, namun pada tahap awal tidak sampai harus menyuntikkan insulin. Maka dari itu yang harus dilakukan penderita diabetes tipe 2 adalah menjaga kadar gula darah tetap normal dan stabil agar gejala diabetes tidak semakin parah.

  1. Diabetes gestational
Diabetes gestational adalah diabetes yang terjadi pada ibu hamil. Menurut para ahli, penderita diabetes gestational di seluruh dunia terbilang cukup rendah namun jumlahnya meningkat dari tahun ke tahun. Belum diketahui pasti apa yang menyebabkan ibu hamil bisa terkena diabetes meskipun tidak ada riwayat keluarga yang menderita diabetes. Diduga pada ibu hamil melepaskan suatu hormon yang menghambat kerja insulin sehingga tubuh mengalami resistensi insulin. Diabetes ini bisa disembuhkan namun bisa berdampak berbahaya terhadap janin. Karena kadar gula darah pada ibu hamil tinggi, bayi beresiko lahir dengan berat badan berlebih dan beresiko tinggi terkena diabetes tipe 1.

Mengatasi diabetes
Diabetes tipe 1 dan tipe 2 belum ada obatnya sementara untuk diabetes gestational bisa disembuhkan dengan syarat ibu hamil menurunkan kadar gulanya ke level normal dan menjaganya tetap stabil. Secara prinsip yang harus dilakukan oleh penderita diabetes adalah menurunkan kadar gula darahnya karena gula darah yang tinggi bisa menyebabkan komplikasi berbagai penyakit seperti penyakit jantung, stroke, bahkan amputasi karena luka yang membusuk. Waspada penyakit kencing manis bisa dilakukan dengan cara berikut:

  1. Menjaga berat badan
Menjaga berat badan tetap ideal dan stabil berarti juga menurunkan kadar gula, menurunkan kolesterol, dan menghilangkan lemak. Menjaga berat badan bisa dilakukan dengan rutin berolahraga agar kalori dari makanan bisa dibakar dan tidak tertimbun dalam tubuh. aktif bergerak juga akan merangsang pankreas memproduksi insulin lebih baik

  1. Makan serat
Serat sangat baik untuk pencernaan sehingga racun sisa makanan bisa langsung dibuang. Hindari makanan dengan kadar lemak dan gula tinggi karena penderita diabetes sangat mudah terserang komplikasi penyakit gangguan sirkulasi darah.