Apakah Kepala Anda Pernah Terbentur? Waspadai Penyakit Alzheimer

Apakah anda pernah mendengar tentang penyakit Alzheimer? Penyakit Alzheimer berhubungan dengan adanya defisit neurologis yang mengakibatkan penderitanya gampang lupa serta mempunyai gangguan dalam melaksanakan berbagai aktivitas setiap hari. Sebuah penelitian berskala kecil mengatakan bahwa orang yang menderita cedera pada bagian kepala cenderung mempunyai plak yang menumpuk pada bagian tertentu pada otaknya. Tempat penumpukan plak tersebut sama dengan tempat dimana plak penyakit Alzheimer terjadi.
Mari, kita bahas tentang hubungan antara cedera kepala dengan penyakit Alzheimer lebih lanjut. Berikut ini adalah penjelasannya:

Apakah Kepala Anda Pernah Terbentur? Waspadai Penyakit Alzheimer, Hati-hati penyakit alzheimer

Penyakit Alzheimer

Alzheimer merupakan salah satu penyebab dementia. Dementia adalah istilah umum yang sering digunakan untuk menggambarkan adanya gangguan ingatan serta kemampuan intelektual untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Meskipun Alzheimer lebih sering terjadi pada orang tua daripada dengan orang usia muda, Tetapi penyakit tersebut bukanlah bagian normal dari proses penuaan.
Keluhan dari penyakit tersebut cenderung semakin buruk seiring berjalannya waktu. hingga sekarang belum ada pengobatan yang pasti untuk menyembuhkan penyakit tersebut. Pasalnya, pengobatan yang ada sekarang cuman bisa memperlambat perkembangan penyakit Alzheimer.

Hubungan cedera pada kepala dengan penyakit Alzheimer

Orang yang menderita cedera kepala lebih rentan untuk mengalami dementia. Tetapi, mekanisme terjadinya hal itu masih belum diketahui sampai sekarang. Cedera kepala itu mengakibatkan penumpukan plak, yang merupakan ciri khas dari penyakit Alzheimer.
Penelitian dikerjakan untuk mempelajari 9 orang yang mempunyai riwayat cedera kepala, biasanya kejadian cedera kepala terjadi antara sekitar 11 bulan hingga 17 tahun sebelum penelitian dikerjakan. penelitian itu mengatakan bahwa pasien dengan riwayat trauma kepala ternyata mempunyai plak bagian otak yang dinamakan korteks singulata. Selain itu juga, pasien dengan cedera kepala pula membuktikan hasil yang lebih buruk dalam hal pemusatan perhatian (atau fokus).

Penelitian yang dikerjakan di inggris bisa jadi sebuah kunci untuk mengungkapkan hubungan kedua penyakit tersebut. Tetapi demikian, hasil tersebut cuman ditemukan dari sebuah penelitian berskala kecil sehingga masih membutuhkan konfirmasi lebih jauh dengan penelitian yang lebih besar dan juga lebih mendalam.
Tetapi, tentu tidak ada salahnya untuk lebih waspada terhadap kemungkinan terjadinya cedera kepala pada saat berolahraga, berkendaraan, ataupun melakukan aktivitas yang memerlukan perlindungan ekstra. Sebab, melindungi kepala anda dengan baik dan juga benar untuk mengurangi resiko terjadinya cedera kepala pada saat mengerjakan suatu aktivitas merupakan hal yang paling penting untuk dikerjakan. Mungkin hanya itu artikel tentang Apakah Kepala Anda Pernah Terbentur? Waspadai Penyakit Alzheimer, yang dapat saya bagikan kali ini semoga bisa bermanfaat untuk kita semua.