Ketahui Bahaya Dari Wadah Plastik Pada Makanan

Terbilang sejak dari 21 Februari yang lalu, pemerintah menetapkan kebijakan tentang kantong plastik berbayar diseluruh pusat perbelanjaan baik diswalayan, minimarket, ataupun pasar tradisional yang ada diindonesia. Banyak sekali pro dan juga kontra di balik peraturan baru itu. Ada yang setuju tetapi ada juga yang menentang keras peraturan tersebut. Plastik memang telah melekat pada kehidupan kita semua setiap hari, Tidak cuman dalam bentuk kantong plastik saja, namun juga dalam wadah makanan ataupun minuman yang hampir sebagian besar dibikin dari bahan dasar plastik. Plastik memang bikin hidup kita menjadi lebih nyaman dan juga praktis. Tetapi dibalik itu semua, sampah yang ada dibumi semakin menumpuk sehingga banyak sekali orang-orang yang mulai mengadakan sistem daur ulang dan juga berbagai macam cara lainnya. Tentu saja hal tersebut dikerjakan demi lingkungan ataupun kesehatan bersama.

Ketahui Bahaya Dari Wadah Plastik Pada Makanan, berikut ini adalah penjelasan dari bahayanya menggunakan wadah plastik

Plastik, Merupakan Ancaman Untuk Kesehatan?

Plastik telah dipakai sejak dari dulu oleh manusia dalam berbagai aspek kehidupan. tidak cuman untuk wadah makanan ataupun minuman saja, pipa PVC juga memakai bahan dasar plastik. Tetapi yang menjadi kontradiksi yaitu plastik dianggap sebagai "musuh" manusia, Sebab selain tidak dapat di daur ulang kembali, plastik juga dianggap bisa mengakibatkan berbagai masalah kesehatan misalnya seperti gangguan kesuburan.

Dua "terduga" bahan dasar plastik yang dianggap bisa mengakibatkan masalah itu adalah bisphenol-A (BPA) dan juga Phthalate. BPA bisa dijumpai pada lapisan kaleng makanan dan juga berbagai produk plastik lainnya. Pada tahun 1930-an, BPA diperkenalkan sebagai estrogen sintetik bagi wanita. Zat kimia tersebut memang dapat berperan "Serupa" estrogen. Berbagai studi pada hewan dikerjakan untuk meneliti akibat dari BPA, Stelah itu hasilnya yang ditemukan bisa menyebabkan pubertas dini, feminisasi organ reproduksi, gangguan kesuburan, sampai perkembangan abnormal dari otak dan juga prostat.

Meskipun banyak gosip yang mengatakan bahwa kita bisa terpapar BPA dari botol minuman  kemasan, tetapi sebenarnya paparan lebih banyak terdapat dari wadah makanan ataupun minuman kalengan. Centers for Disease Control and Prevention atau sering disebut juga dengan CDC juga menyebutkan bahwa lebih dari 90% dari populasi manusia bisa dijumpai BPA di dalam tubuhnya.
Pada studi lain, yang dikerjakan pada manusia dikatakan bahwa orang yang mempunyai kadar BPA tinggi didalam urinenya mempunyai resiko lebih tinggi untuk terkena diabetes, penyakit jantung, dan juga penyakit hati.

Sama halnya seperti BPA, berbagai studi juga menyebutkan bahwa phthalate bisa mengganggu fungsi hormonal dan juga menghambat hormon androgen. Phthalte banyak dipakai berbagai jenis produk mulai dari mainan, sampai kosmetik.Selain itu, juga penelitian di Harvard School of Public Health mengatakan bahwa beliau yang cenderung lebih rentan untuk menderita akibat dan juga bahaya tersebut adalah wanita hamil, bayi, dan juga anak-anak.

Gimana Cara Menghindari Paparan Bahan-bahan Kimia?

Anda bisa mengurangi paparan dari bahan-bahan kimia pada plastik dengan melakukan cara-cara berikut:
  • Hindarilah memakai wadah kemasan dengan kode nomor 3 ataupun 7. Plastik dengan kode nomor 1 (biasanya pada minuman botol kemasan) Alangkah baiknya cuman dipakai 1 kali saja.
  • Hindarilah memasukkan makanan ataupun minuman dalam kemasan atau wadah plastik ke dalam mikrowave. Alangkah baiknya taruh makanan pada piring.
  • Gunakanlah wadah ataupun peralatan makan dari bahan yang lebih aman misalnya seperti beling maupun stainless steel.
  • Hindari memanaskan botol maupun kemasan plastik.
  • Buanglah kemasan plastik yang telah rusak dan tidak layak lagi untuk dipakai.
Nah, maka dari itu kita harus bisa memperhatikan makanan kita dan juga wadah yang dipakai bebas dari virus maupun bakteri supaya kita semua selalu sehat dan juga tidak mudah terserang penyakit. Penyakit tersebut paling rentan terjadi pada ibu hamil, bayi, dan juga anak-anak. Demikian artikel yang dapat saya berikan kali ini semoga bisa bermanfaat untuk kita semua dan semoga anda bisa mengambil makna dari artikel yang ada diatas.