Mengapa Kita Perlu Makan YG Baik?

Pada level yang paling primitif dan mendasar, kita makan demi mendapatkan cukup energi untuk bertahan hidup. Makanan, pertama dan terutama, adalah bahan bakar kita. Namun, tentu saja bukan hanya itu. Makanan juga salah satu sumber kenikmatan terbesar yang tersedia bagi kita, benar-benar sumber kenikmatan yang tiada habisnya-kenikmatan riang, murni, dan sejati yang meluap-inap.
Akan tetapi, makanan juga memiliki sisi gelap-khususnya bagi wanita. 

Bagi sebagian besar dari kita, ada bahan beracun mengerikan yang tersembunyi dalam makanan, seperti rasa malu, rasa bersalah, dan ketakutan (yang diam-diam ditaburkan, seperti MSG, di atas makanan kita). Ini semua adalah bahan-bahan emosional yang memanggil kita dengan daya tarik luar biasanya sehingga sulit dilawan.

Mengapa Kita Perlu Makan YG Baik?


Kita perlu jujur dengan diri kita sendiri tentang betapa sering memakai bahan-bahan emosional yang tidak sehat dan berbahaya ini dan memutuskan, sekali dan untuk selamanya, bahwa kita akan menghindari makanan yang membuat kita merasa tidak enak, mustahil dicintai, gendut, tidak menarik-segala yang menyabotase hidup kita dengan merendahkan dan membenci diri menggunakan makanan. Mulai sekarang, setiap bangun tidur kita akan membuat komitmen untuk makan bukan hanya demi bahan bakar, melainkan juga sebagai aksi sanyang-diri sehari-hari. Kita akan berjuang untuk makan demi cinta dan dengan cinta.

jadi, di luar kebutuhan akan bahan bakar untuk mempertahankan hidup, kita perlu mengajukan pertanyaan yang sangat mendasar ini kepada diri kita sendiri: Mengapa saya makan? Saya menanyakan ini kepada klien saya dan biasanya dijawab dengan tertawa gugup terlebih dahulu, lalu diikuti dengan beberapa saat keheningan khusyuk. Itu karena kita umumnya tidak pernah berhenti untuk menanyakan hal ini secara mendalam kepada diri kita.

Mengapa saya makan? jika jujur dengan diri Anda, Anda mungkin mendapati bahwa Anda makan karena kesepian, stres, kurang tidur, tidak terpuaskan secara seksual, atau mungkin berusaha membaur dalam acara sosial penting sementara yang Anda butuhkan adalah berada di rumah dan menghabiskan waktu seorang diri. jawabannya mengambang karena selalu berubah setiap waktu; kadang berubah beberapa kali dalam sehari. Untuk mengarahkan aktivitas makan dengan penuh cinta, kita harus benar-benar jelas mengenai apa yang mendorong kita untuk makan setiap kali kita memasukkan sesuatu ke mulut.

Nah, jangan salah mengerti: ini bukan tentang menghitung kalori, menimbang dan mengukur porsi, atau mengikuti panduan diet yang kaku tentang apa yang boleh dan yang tidak boleh dimakan. Bahkan, saya menyarankan kebalikan dari semua itu. ini adalah tentang mengalihkan fokus dari berbagai pengaruh eksternal dan melihat ke dalam. Ini adalah tentang berkomunikasi dengan diri Anda sendiri secara intens, jujur, tetapi lemah lembut-jadi si otak jalang sepenuhnya dilarang berpartisipasi dalam dialog ini. Tentu saja, ia akan menyela dari Waktu ke waktu, tetapi kuncinya adalah mengikuti suara negatif dan pikiran beracun itu lalu membiarkannya pergi. Kemudian Anda bisa mengerahkan energi pikiran Anda pada hal yang benar-benar penting-memilih dengan sadar makanan yang akan membuat Anda merasa nyaman dengan diri Anda.

Anda perlu mendengarkan diri Anda dan memastikan apa yang Anda rasakan dalam tubuh Anda dan apa yang Anda rasakan mengenai tubuh Anda sebelum gigitan yang pertama. Inilah makan dengan sadar'sepenuhnya, dan mempraktikkan ini akan membebaskan Anda.
Selanjutnya, kita harus menanyakan ini: Saya ingin makanan ini membuat saya merasakan apa? Dengan kata lain, keadaan seperti apa yang Anda ingin capai? Apakah Anda ingin merasa lebih waspada? Apakah Anda ingin mengurangi rasa lapar di perut Anda secukupnya untuk melanjutkan aktivitas apa pun yang sedang Anda kerjakan? Apakah Anda ingin merasa tenang, fokus, dan damai? Apakah Anda ingin merasa lebih tanpa beban dan lebih bersemangat? Atau, mungkin Anda ingin merasa segar, hadir, dan eksis? 

Setelah memastikan perasaan apa yang ingin diperoleh dari makanan, Anda akan mendapati bahwa aktivitas makan memberikan kenikmatan mendalam dan sangat berarti. Karena saat Anda makan sebagai ekspresi kesadaran, diri dan sayang-diri, makan akan menjadi transformasional: makan menjadi mengasyikkan, sumber berbagai jenis kepuasan, dan sumber cinta yang memberikan-hidup.
NEXT => Makanan tidak dapat menggantikan hubungan