Food Combining Merupakan Pola Makan Sehat, Bagus Untuk Menurunkan Berat Badan

Food combining adalah metode pengaturan asupan makanan yang diselaraskan dengan mekanisme alamiah tubuh, khususnya yang berhubungan dengan sistem pencernaan. Efek pola makan ini meminimalkan jumlah penumpukan sisa makanan dan metabolisme sehingga fungsi pencernaan dan penyerapan zat makanan menjadi lancar dan pemakaian energi tubuh juga lebih efisien (Andang Gunawan, Food Combining, Kombinasi Makanan Serasi.

Berdasarkan penjelasan di atas, pada dasarnya food combining bukanlah metode diet, melainkan mengelola pola makan yang mengincar kondisi homeostatis. Homeostatis adalah kondisi ideal dalam tubuh saat seluruh fungsinya berjalan dengan sempurna.

Beberapa katalisator atau penunjuk bahwa tubuh berfungsi dengan sempurna salah satunya adalah lewat nilai pH (Potential Hydrogen). Kondisi homeostatis tubuh sehat tercapai pada saat nilai asam dan basa seimbang, yaitu pH netral. Menurut food combining, kesehatan yang sesungguhnya adalah saat tubuh mencapai nilai pH dikisaran netral (7,0). Angka tepatnya adalah 7,35-7,45.

Kenapa tubuh harus dalam pH netral? Saat ini, makanan dan kondisi alam, banyak menyebabkan tubuh kita cenderung ke dalam kondisi asam. Tubuh yang terlalu berat ke sisi asam, riskan mengundang berbagai macam penyakit. Organ tubuh akan berada dalam kondisi tidak prima serta cenderung rusak perlahan-lahan. Seram, ya?

Food Combining Merupakan Pola Makan Sehat, Bagus Untuk Menurunkan Berat Badan

Prinsip food combingin mengacu pada tiga hal yaitu apa yang kita makan, waktu makan, serta bagaimana cara memakannya.

a. Apa yang kita makan
- Pati, adalah salah satu bentuk hidrat arang (karbohidrat). Pati merupakan si pemberi tenaga, serta memberi rasa kenyang yang lumayan cepat. Manusia membutuhkan pati yang ketika dimakan tidak memberatkan kerja sistem cerna. Patil yang tergolong baik masih mengandungvitamin,serat,enzim,minera|,dan substansi pentinglain yang bisa dimanfaatkan tubuh secara maksimal. Pati harus dikonsumsi secukupnya, tidak boleh berlebihan karena pati mudah memberi kelebihan gula yang mengganggu kesehatan.

- Protein, dikenal sebagai pembentuk sel-sel baru tubuh. Protein terbagi atas Protein hewani (dalam bentuk daging-dagingan, susu dan telur) dan protein nabati (dalam bentuk kacang-kacangan dan polong-polongan).

- Dalam food combining, disarankan untuk tidak terlalu sering makan protein hewani. Setiap makanan yang masuk ke dalam tubuh harus diurai ke dalam bentuk asam amino. Nah, penguraian protein hewani ke dalam bentuk asam amino berlangsung lebih lama dan memberatkan sistem pencernaan.

- Sayuran adalah unsur makanan yang sangat berguna sebagai pembentuk basa. Disarankan untuk mengonsumsi sayuran yang masih dalam kondisi segar. Sayuran jika sudah melewati proses pemanasan alias, dimasak di atas suhu 40 c, maka cadangan air, enzim, nutrisi, dan mineral yang terkandung di dalamnya akan rusak.

- Buah merupakan kelompok makanan penyumbang air, enzim, karbohidrat, serat, vitamin, dan mineral. Buah memiliki kandungan serat dan enzim cerna yang mampu bantu tubuh untuk menghilangkan tumpukan makanan dari usus besar

b. Waktu makan
Food combining mengacu kepada ritme biologis dalam mengatur waktu dan jenis makanan yang tepat sesuai kebutuhan tubuh. Ritme biologis dikenal juga dengan Ritme Sirkadian. Ritmenya sebagai berikut.

- 12.00-20.00 Waktu Cerna
Pada rentang waktu ini, sistem pencernaan akan aktif dalam menerima makanan masuk. Fase ini sejalan dengan waktu makan siang, kudapan sore, dan makan malam.

- 20.00-04.00 waktu Penyerapan
Di fase ini, tubuh memanfaatkan secara maksimal apa yang dimakan pada waktu sebelumnya. Dalam fase ini juga berlangsung penyerapan zat gizi, sirkulasi zat-zat berguna yang diproses dari makanan, pergantian sel, serta perbaikan jaringan.

- 04.00-12.00 Waktu Pembersihan
Pada fase ini, sisa metabolisme dan tumpukan makanan pada usus besar dikonsentrasikan tubuh untuk dibuang. Banyak energi dialokasikan tubuh untuk membersihkan sisa kotoran tersebut. Menyibukkan sistem kerja pencerna dengan konsumsi makanan berat di fase ini akan mengganggu alokasi energi. 

c. Cara makan
- Pagi hari
Bangun pagi dengan minum jeruk nipis peras yang dicampur air hangat. Minum perasan lemon atau jeruk nipis selain memberikan sifat basa pada air yang masuk tersebut, juga memperkuat daya bersih lendir. Minuman ini juga memberikan tonik atau penguat bagi liver. Saat tidur, liver bekerja ekstra keras. Liver adalah organ tubuh yang menjamin tubuh dalam keadaan sehat. Liver sehat, penyakit pun tidak sudi untuk mampir. Penyakit yang ada pun akan dengan mudahnya digerus oleh pertahanan tubuh.

”Aduh, aku punya maag!”
"Hah, nanti lambungku gimana?”

Percaya deh, air hangat berlemon ini tidak berbahaya bagi lambung. Kok bisa? Karena asam lambung tidak terstimulasi oleh sifat basa bawaan lemon. Sifat asal jeruk nipis atau lemon adalah asam ketika diminum dan bercampur dengan air liur, lalu ketika melewati lambung maka akan berubah menjadi sifat basa. Ini sangat bagus untuk organ dalam. Oleh karena itu, dalam food combining, disarankan ketika meminum air hangat berlemon hendaklah ditahan sebentar di mulut campur dengan liur kita (liur pagi hari ketika bangun tidur lebih bagus), baru ditelan. Oh iya, minumnya pelan-pelan saja ya, dinikmati.

Setelah minum air hangat berlemon, baru sarapan. Dalam food combining, sarapannya buah. Sifat buah mudah dicerna dan ringan, namun mampu memberikan asupan yang maksimal. Saat sarapan, tubuh akan berada dalam fase pembuangan sisa metabolisme malam. Energi terpakai dan yang akan dipakai sangat besar, jadi sebaiknya jangan diganggu dengan asupan yang memerlukan energi besar.

Sistem pencernaan berada dalam kondisi terbaiknya di pagi hari. Beragam enzim pencernaan juga mudah distimulasi aktif di momen ini. Sebaiknya waktu "sarapan" ini antara pukul 06.00-11.00.

- Makan siang dan malam
Di pukul 12.00-20.00 adalah waktu cerna. Jadi, kita bisa makan di fase ini. Hal yang perlu diingat adalah kombinasi makanan yang boleh dimakan, misalnya seperti berikut.

+  Protein hewani dan sayuran, misalnya ayam bakar dengan sayur bayam (tanpa pati alias nasi ya!).
+  Protein nabati dan pati, misalnyatahu tempe dengan nasi. Boleh ditambah sambal, kok.
+  Pati dan sayuran, misalnya nasi dengan capcay.

Kombinasi yang bisa menimbulkan masalah buat tubuh adalah pati dengan protein hewani. Alasannya cukup panjang dan melibatkan aneka enzim. Intinya, bila bertemu, enzim yang mencerna kedua bahan makanan ini tidak bisa bekerja sama satu sama lain. Hal ini akan menimbulkan semacam endapan sisa yang tidak terurai dengan baik oleh tubuh. Endapan ini akan disimpan dalam usus besar sebagai pusat penyimpanan zat tidak terpakai dalam tubuh manusia. Nah, endapan yang menumpuk ini akan mengundang bakteri dan parasit yang akan mengganggu kesehatan secara umum.

Kelihatannya ribet, namun jika disiplin food combining merupakan pola makan sehat. Kamu tidak perlu repot menghitung jumlah kalori yang masuk, makanannya mau diolah seperti apa, dan seterusnya. Hal yang terpenting, kalau mau mengikuti pola makan food combiningjangan "ngarang" peraturan sendiri. Patuhi tata cara yang benar sesuai pola food combining dan jangan digabung dengan pola diet lainnya.

Sebenarnya, masih banyak pola diet atau makan sehat yang ada. Empat di atas hanya contoh saja. Kalau kamu mau memulai makan sehat atau pola diet apa pun, sebaiknya tetap dikonsultasikan dengan dokter atau medis. Kenapa? Karena kondisi tubuh setiap manusia berbeda-beda. Selamat diet, alias makan sehat!